-------------------------------------------------------------
1. AKU MEMBENCI HENDRI
Aku membenci Hendri. Sama seperti aku membenci Pak Beni, kepala bagian personalia tempatku bekerja. Bedanya, kalau aku membenci pak Beni karena ia kaya dan sewenang-wenang. Memiliki kedudukan dan suka memaki orang seenak jidatnya, termasuk terhadapku. Aku iri. Mengapa orang dengan sikap menjijikkan seperti itu bisa kaya dan memiliki kedudukan penting di perusahaan ini? Sedangkan Hendri, aku membenci Hendri bukan karena ia kaya. Bukan juga iri. Iri dengan apa? Dia hanya pegawai rendahan di kantor ini. Meja kerjanya pun paling pojok belakang. Pergi bekerja hanya dengan sepeda motor butut keluaran tahun 2006. Rumahnya masih mengontrak di pemukiman padat penduduk. Untuk ukuran seorang ayah dengan empat orang anak. Hendri sama sekali tidak bisa dibilang sukses dalam pekerjaan.



