Showing posts with label out. Show all posts
Showing posts with label out. Show all posts

Thursday, 9 February 2012

Tentangmu: angin


Ada banyak yang ingin kuceritakan tentangmu, angin

Pada malam yang menangkap basah senyum diam-diam kala titik-titik cahaya tak ingin kulepas dari retina

Tentang kamu yang bertiup amat pelan. membiarkanku bercerita, membiarkanku terdiam-sendirian-tapi masih ingin merasai adanya kamu.

Ada banyak yang ingin kuceritakan tentangmu, angin

Tentang tanyaku untukku, apa yang sedang terasa oleh hati?

dan tentang tanyaku untukmu, siapa yang mengajari kamu hingga bisa sesempurna itu?



Friday, 30 December 2011

gelembung sabun


Ialah sekat yang membatasi tersampainya amal
titik-titik membentuk jelaga
kata-kata indah cermin shalihahnya diri
apalah arti jika nyatanya buruk disana sini…

Bagi saya, niat tak ubahnya seperti gelembung-gelembung sabun yang saya tiupkan perlahan. sangat hati-hati agar ia bisa berbentuk bulat sempurna. saat mengambang, tertiup angin, pecah di udara, ataupun terjatuh di suatu tempat. kembali saya tuipkan perlahan. kembali sangat hati-hati. kembali pecah. kembali ditiup lagi. kembali sangat hati-hati. begitu terus. seperti siklus yang tak habis-habisnya. 

Wednesday, 30 November 2011

Belajar dari debu

satu-satunya alasan saya mengganti nama pondok dari autumn menjadi semesta adalah karena saya ingin meluaskan mind set. begitu banyak mahluk semesta yang banyak memberi pelajaran, pun termasuk musim autumn (musim yang membuat saya jatuh cinta). baiklah. semoga selalu bisa belajar dari semesta. saya. juga kamu :)

saya ingin menuliskan salah satunya. satu nama yang tiba-tiba muncul saat saya sedang terserang flu (lagi-lagi). saya akrab sekali dengan flu. bisa dibilang begitu. tapi alhamdulillah bukan sinusitus. kata dokter, saya alergi. alergi debu dan udara malam (saya tahu ini 6 tahun yang lalu, kabar yang membuat saya berkata dalam hati: wah, udang. ternyata kamu punya teman, debu dan udara malam *geje).

Sunday, 27 November 2011

Cerpen hebat :P

Inilah tiga cerpen hebat saya. Saya katakan hebat, sebab ada proses berbeda saat membuatnya. Lebih membuka mata. Ada sisi lain dunia cerpen yang baru saya ketahui. Ending tak tertebak. Saya baru belajar. Dan terima kasih aw, sudah menjadi guru saya :)

-------------------------------------------------------------
1. AKU MEMBENCI HENDRI


Aku membenci Hendri. Sama seperti aku membenci Pak Beni, kepala bagian personalia tempatku bekerja. Bedanya, kalau aku membenci pak Beni karena ia kaya dan sewenang-wenang. Memiliki kedudukan dan suka memaki orang seenak jidatnya, termasuk terhadapku. Aku iri. Mengapa orang dengan sikap menjijikkan seperti itu bisa kaya dan memiliki kedudukan penting di perusahaan ini? Sedangkan Hendri, aku membenci Hendri bukan karena ia kaya. Bukan juga iri. Iri dengan apa? Dia hanya pegawai rendahan di kantor ini. Meja kerjanya pun paling pojok belakang. Pergi bekerja hanya dengan sepeda motor butut keluaran tahun 2006. Rumahnya masih mengontrak di pemukiman padat penduduk. Untuk ukuran seorang ayah dengan empat orang anak. Hendri sama sekali tidak bisa dibilang sukses dalam pekerjaan.

Wednesday, 2 November 2011

Aku dalam rasa

Kali pertama, aku mulai mengeja rasa. Pada pelangi yang terlukis sempurna. Saat orang-orang histeris saling berkata,”Ada pelangi...ada pelangi.” Lantas berebut ingin menikmati indahnya. Aku hanya mampu berdiri di satu sudut. Berdecak kagum tanpa ingin si pelangi tahu. Setiap kali ia muncul, setiap itu pula senyum juga binar mataku terukir nyata. Beberapa kali pelangi menangkap basah aku yang sedang mencuri-curi pandang. Untunglah ia tersenyum, amat indah. tapi pelangi, rasa itu mudah saja terhapus seperti mudahnya engkau terhapus dari langit, begitu saja. Ah, langit...tiba-tiba kau berganti warna menjadi malam.

Aku melihat bintang. Ada begitu banyak bintang. Semua orang lebih suka melihat yang paling terang. tapi kau, bintang kecil. Mampu mencuri ekor mataku untuk tak berpaling. kau dengarkan segala rasa. Suka duka. Kau mengerlingkan cahaya dan selalu berkata:”tidak masalah, kamu pasti bisa.” Kukatakan padamu aku tak begitu suka kau nampak. Namun jawabmu kala itu,”aku ada. Disuka atau tidak.” Aku bingung. Sebab rasaku tiba-tiba membuncah. Aku larut berlama-lama dalam atmosfer yang kau bilang duniamu, bukan duniaku. Ah, tak apa bintang. Kataku kala itu. Kita sama. dan kamu istimewa. Sejak kapan kau tiba-tiba menghilang bintang? Menyisakan tawar yang membuatku tak bisa berkata-kata. Jujur, aku kehilangan. Maaf. Katamu kala itu. Aku tak pantas. Tak cukup terang untukmu. Aku kelu. Tak paham.

Tuesday, 25 October 2011

Seperti Hujan


Lelahkah kau hujan?
Melalui semua namun hanya berakhir tak berarti
Lelahkah jika perjalananmu dihargai sia-sia?
Kau masih harus menunggu matahari
Mulai dari awal lagi
Lelahkah?

Seharian ini aku tidak kemana-mana. Tidak ada yang lebih menyenangkan dilakukan ketika hujan turun seharian selain berdiam diri di rumah. Seperti hari ini, aku masih betah duduk berlama-lama di teras rumah. Memperhatikan titik-titik hujan yang menari pelan. Tak secepat tadi. Ah, memperhatikan hujan seperti memperhatikan diri sendiri.

Dreamy Idealist... It's me!


Saya suka menguji tipe kepribadian. terakhir kali lewat sebuah pelatihan, hasil tes kepribadian saya adalah: sanguinis melankolis. meski rada ragu dengan hasilnya (sanguinis: saya tidak terlalu ramai kalau di depan orang banyak, bahkan saya tidak suka tampil di depan umum( (melankolis: saya juga tidak suka dengan hal2 detail n mendalam. saya juga tidak begitu rapi dan penuh perencanaan). makanya saya bingung juga akhirnya. hehehe.

Nah, kali ini lewat http://www.ipersonic.com (ikut-ikutan ganis, tengkyu gan. hehe) inilah hasil tipe kepribadian saya. check this out!

***

Saturday, 22 October 2011

[AUDISI NASKAH KISAH NYATA INSPIRATIF] The teacher is called the universe -Belajar dari semesta-


Pernahkah teman2 belajar dari alam semesta? Pernah tentu, meskipun alam semesta tidak mengajarkan lewat kata. Banyak sekali inspirasi yang kita dapat lewat kekhasannya yang memukau. Atas izinNya, para mahluk semesta itu ada-salah satunya- adalah untuk memberi kita pelajaran hidup. Hidup nyatanya adalah belajar. Dan guru ini. Guru kita yang satu ini bernama : semesta.

Berangkat dari pemikiran ini, saya berencana membuat buku kumpulan kisah inspiratif mengenai ilmu yang didapat dari semesta (semesta disini adalah alam semesta). Sekaligus sebagai syukuran pergantian nama 'pondok semesta' di dumay dan katalis terlahirnya taman baca 'pondok semesta' di dunyat.

Saturday, 8 October 2011

sedih II senang

saya bingung (bukan hal yg aneh num :<)

oke. saya memang sering bingung (lol)

terlalu sering bingung dengan rasa yang tiba-tiba (maksudnya?)

berubah tiba-tiba...

sesaat sedih...

lalu senang di detik setelahnya...

seperti hari ini. dua rasa yang datang tiba-tiba. harusnya tidak ada. tapi, entahlah. saya benar-benar tidak bisa mendeskripsikannya. mengapa? bagaimana?

Friday, 7 October 2011

masih

pagi ini basah

tak hanya ada embun. satu paket gerimis sudah menyapa sejak dini hari. meski sinar fajar tak nampak. aroma basah tak kalah cantik ^^.

biasanya akan ada hal yang mengganggu. flu. detik ini pun begitu. hidung sudah memerah.
tapi tak apa. senyum masih terkembang hari ini...

bersama secangkir kapucino hangat...

juga sepiring nasi uduk plus sambal tempe...

Sunday, 18 September 2011

I’ll move forward and be strong!


Perjuangan. satu kata yang masih kueja tiap-tiap maknanya. belum. belum seperti mereka. orang-orang biasa yang melejit menjadi luar biasa.

perjuangan. mengingatkan saya pada satu kisah nyata yang diangkat dalam drama jepang: 1 litre of tears. pun dengan kisah nyata perjuangan yang tak jauh berbeda di indonesia: surat kecil untuk Tuhan. sungguh, betapa hidup adalah nama lain dari berjuang.

perjuangan. ia nafas warna-warni hidup kita. memahami arti bangkit ketika terjatuh. terus bergerak maju dan menjadi kuat setelahnya.

teruslah mengeja num :)

Bismillah...

Friday, 16 September 2011

kado cinta


pukul 05.40 wib. aku lagi-lagi tak absen menatap ia mbak. dengan gaunnya yang merah keemasan,anggun ia bercerita. tentang semangat. tentang asa. juga senyum yang mampu kita lukiskan karena ia. ialah fajar. matahari pagi, salah satu mahlukNya yang membuat kita jatuh hati.

pukul 05.40 wib. aku mengingatmu mbak. tentang cinta. tentang asa yang kau rajut bersama kata. mulai hari ini. kau benar-benar memiliki ia mbak. sosok yang ruhnya seperti fajar (semoga). sebab tak ada pilihanNya yang tidak tepat. dan dirimu, sudah terlengkapi olehNya, hari ini.

Thursday, 15 September 2011

rindu hujan


sudah lama aku merindukan hujan. berkali-kali aku menunggu, saat langit perlahan berubah muram. saat awan berwarna agak pekat. sudah lama ia tidak turun. kemarau panjang. tentu saja. tapi malam ini. hujan datang. tiba-tiba. mengagetkanku dari ruang autisku.

satu-satu turun merayap. semakin keras menggedor-gedor gendang telinga. ah, meski aku tak bisa menatap lekat tariannya yang meliuk-liuk gemulai. atau dinginnya yang menyegarkan. juga hadiahnya berupa pelangi. aku cukup bahagia dengan menghirup aromanya yang khas.

Monday, 12 September 2011

tentang cita

saya tidak paham. apakah yang saya rasa saat ini namanya iri? dengki? semoga tidak.

hanya saja. saya benar-benar tidak bisa menghindari kepala saya untuk tidak memikirkan ini. memikirkan cita yang dulu pernah saya ucap.

meski masih kecil dan tidak begitu mengerti apa itu cita. saya tetap bersikukuh dengan cita-cita saya -amat mulia- menjadi guru. dengan teladan langsung dari ibu saya, guru adalah sosok mulia sejagad raya saat itu.

cita-cita yang tetap bertahan hingga saya masuk SMA. cita-cita itu berubah. hanya karena saya sangat takjub dengan gesitnya seorang bidan desa, saya langsung mengubah cita saya menjadi bidan. di buku harian saya, buku harian teman -hehe-, dimanapun tempatnya saya bisa menulis, saya akan menulis, cita-cita: menjadi bidan.

Udin? Edward? ;(

Saya selalu bergumam dalam hati, "apaan sih!?" kl ketemu nama fb semisal ini: udinnya tuti - tutinya udin. Heuh!!!

Kl yang emang suami-istri sih ga masalah. Sah2 aja. Yang bener2 jadi masalah kl 2 orang itu belum menikah. Pasang status engaged pula! Jelas2 belum woy! *esmosi jiwa*
lucu juga sih, ada hubungannya dengan saya enggak, kok ya saya sewot???
Hmm, ya emang sih. Suka2 masing2 orang itu mah. Yang dosa juga mereka kok.

Cuma, terlintas juga di benak saya...satu kekhawatiran tentang 'ia'. Ia yg namanya sudah tertulis di lauhl mahfudz...bahwa ia jodoh saya (deuu...).

Sunday, 11 September 2011

loe! Gue! End!!!

saya mampu menjadi air, saat api meletup-letup dari arah manapun, dari siapapun. saya mampu mengubah rasa sakit menjadi bahagia tiada tara, senyum disaat luka, tertawa disaat pedih di ulu hati. bukan berwajah dua, hanya saja mungkin saya tipe orang yang mudah melupakan masalah. meski sejenak.

saya tak pernah mau terlihat lemah meski sendi-sendi tubuh saya rasanya hendak lolos satu persatu. saya survive di tempat baru yang bersuhu ekstrim, setidaknya memaksa untuk terus berfikir,"indah banget disini!" lantas membuang jauh-jauh fikiran,"saya ga betah disini!"

saya tak pernah mengeluarkan airmata hanya untuk sebab-sebab yang terdefinisikan dari kata 'cengeng'. saya sangat membenci kata-kata negatif dan amat mencintai kata-kata positif.

Wednesday, 7 September 2011

belum, merasa sudah

kegagalan adalah sukses yang tertunda.


saya tahu itu


semua akan indah pada waktunya.

saya berkali-kali mengucap itu.


dibalik kesulitan pasti ada kemudahan.


saya yakini itu.


tapi jujur, saya merasa lelah.

dan payah.

Tuesday, 6 September 2011

aku

saya merindukan aku. aku yang begitu menggebu-gebu. tak lelah berfikir positif. tak henti mengalahkan fikiran negatif.

saya merasa saya bukan lagi aku. aku yang mampu tersenyum meski dalam kenyataan terpahit sekalipun. aku yang lebih memilih tertawa-tawa dan bercanda sampai teman-temannya merasa si aku sama sekali tidak memiliki masalah. atau aku yang mampu tenggelam berlama-lama dalam sudut-sudut lemari perpustakaan sekolah. lantas dengan berat hati mengucapkan se yu bay bay pada buku-buku rapi jali dalam deretan lemari bertuliskan "boleh dibaca tapi tidak boleh dipinjam.". aku yang sangat menyukai novel-novel buya hamka tapi baru mengetahui bahwa beliau seorang ulama besar. aku yang 'sok' memahami majalah sastra bernama horison, dan tenggelam bersama karya-karya besar ws rendra, pramoedya ananta toer, gola gong, dan sederetan nama luar biasa lainnya.

Friday, 29 July 2011

secangkir kapucino dari mb dew^^

Saya sedang sendiri. lebih tepatnya merasa sendiri. atau lebih tepat lagi sedang menyendiri (opo toh num?hehe). berfikir, merenung, syukur, harap, cemas, semua...tentang usia

di satu sudut, duduk. memandang kosong ke depan. ketika tiba2 ada seseorang yang menghampiri saya. duduk disamping saya. memberi secangkir kapucino hangat, menepuk-nepuk bahu saya. ah, tidak berlebihan rasanya jika saya bisa menangis saat itu juga. *_*

seseorang itu, teman yang saya kenal lewat fesbuk. teman yang sudah menganggap saya seperti saudaranya, dan saya pun begitu. saya bicara, dan ia mendengarkan. saya khawatir, ia menjawabnya dengan harap. saya harap, ia menjawabnya dengan semangat. dan inilah secangkir kapucino itu....(lengkapnya disini)

Tuesday, 26 July 2011

dua puluh tujuh: dua puluh empat



Bismillahirrahmaanirrahiim...

27 juli 2011. Pukul 04.30 a.m. Umur 24.

Tak ada yang istimewa sebenarnya. Toh, saya pun tak begitu membuat hari lahir menjadi istimewa. Beberapa kali saya lupa. Beberapa kali sengaja lupa. Entahlah. Saya hanya surprise sendiri dengan angka dua puluh empat. Bukankah itu jumlah yang tidak sedikit? Di titik itu, sedang dimana saya berdiri? Apa yang sudah saya dapat? Dan apa yang sudah saya perjuangkan?

Entah sejak kapan. Rasanya masih sama. Rasa yang mungkin suatu saat terkenang. Memorabilia tentang perjuangan. I hope it. Ya! Saya sedang berjuang. Seperti ber-takterhingga mahluk-mahlukNya dimuka bumi. Sebab memang hidup adalah perjuangan.

Someday after this darkness clear up
I hope the warm sunshine dries these tears
But wait it’ll come
Although the night is long, the sun comes up