Friday, 1 July 2011

About: pondok autumn

Bismillahirrahmaanirrahiim...

Dengan menyebut namaNya, saya buat blog ini. Terhitung ini adalah blog ke enam yang saya ciptakan. Bisa ditebak, kelima blog sebelumnya...saya gagal mempertahankan kekonsistenan saya dalam mengurus mereka (2 blogspot, 1 wordpress, 1 multiply, 1 blogfriendster). Wah, mempertahankan memang selalu sulit. Termasuk tetap intens menulis. Pun ketika saya lagi-lagi beralasan: susah sekali bisa apdet tulisan saat tidak bisa setiap waktu posting di internet.

Entahlah...nyatanya, saya benar-benar tidak lagi mengapdet blog2 itu.;(

about: mb dew dan si ijo ^^

Bismillahirrahmaanirrahiim...

Entah kenapa mood menulis saya buruk akhir2 ini. Saya belum terbiasa menulis rutin. Satu-satunya yang membuat saya betah nulis berlama-lama baru sebatas deadline. Fiuh... saya lebih sering sibuk dengan pikiran saya sendiri tanpa dituliskan setelahnya...:(

Sebenarnya tulisan ini sudah dibuat sejak bulan mei lalu. Start awal mei setelah satu jam saya habis menyantap si ijo manisnya mbak dew. Tidak ingin langsung berkomentar, sebab ingin memberi tulisan ini sebagai surprise. Tapi lagi-lagi terbentur mood. Sampai hari ini saya berazzam merampungkannya. Suer mbak! Hari ini selesai.^^

Tuesday, 28 June 2011

autumn = salah satu ayat kauniyahNya

Bismillahirrahmaanirrahiim...

dari sekian tak terhingga ayat-ayat kauniyahNya. autumn adalah salah satunya. menjadi siklus ujian, kepahitan, dan perjuangan. siklus yang pasti dilalui oleh setiap insan. akankah kita mau mengambil pelajaran? yuuukkk ambil! gratis ini...hehe

satu hikmah yang terserak diantara belantara dunia maya. semoga bermanfaat. cekidot!


Monday, 27 June 2011

antologi puisi Ketika Aku Berjalan

Bismillahirrahmaanirrahiim....




ISBN: 978-602-9079-92-0
Terbit: Mei 2011
Tebal: 250 halaman
Harga: Rp. 49.600,00
Deskripsi:
Antologi Puisi “Ketika Aku Berjalan” hanya ingin membuktikan bahwa kami “kunang-kunang FLP Wilayah Lampung” masih akan terus berproses, tumbuh dan berkarya lewat kata sebagai pemanis perasaan yang peka. Tabik !