Tuesday, 12 July 2011

About: Bintang

Kenapa ya...
Setiap kali melirik bintang. Bawaannya romantis, syahdu, tenang, apalagi kalau sedang nelangsa...
seolah ‘dia’ ada disana. Mendoakanku agar kuat melangkah (maunya,hehe)

entah kenapa juga...
setiap kali melirik bintang. yang saya cari bukan yang paling terang. bukan yang paling dekat dengan bulan. sebaliknya. saya cari yang paling jauh, yang paling kecil, paling redup.

apa ini ada kolerasinya dengan 'dia' yang saya harapkan sederhana saja. tak begitu berkilau hingga tak juga diperhatikan banyak sorot mata.

bagaimanapun 'dia'. namanya tetap bintang. iya kan?

> bisa tau mana yang paling kecil, paling redup, paling jauh? <
maaf saja. kalau cuma saya yang tau :P
*geje.com










-pondoksemesta-
dalam cengkeraman mellow, 07.30 p.m.

Sunday, 10 July 2011

Antologi Rumah Air

Telah terbit di LeutikaPrio!!!

Judul : Rumah Air
Penulis : Lucky Andrean Sanusi
Tebal : vii + 189 hlmn
Harga : Rp. 42.200,-
ISBN : 978-602-225-010-4

Sinopsis:

Rumah air, antologi cerpen dan puisi, buku perdana group taman sastra yang ditulis oleh para pemenang lomba juara (judul awal rumah)

Karya Penulis berasal dari ngeblog dan fesbuker acap kali membuat kita terkagum-kagum. Bayangkan, dari segala penjuru dunia berkumpul di jagat maya, buku ini adalah salah satu bukti, keren dan patut dimiliki!
( Pipit Senja, Novelis Indonesia )

Rumah Air

Telah terbit di LeutikaPrio!!!

Judul : Rumah Air
Penulis : Lucky Andrean Sanusi
Tebal : vii + 189 hlmn
Harga : Rp. 42.200,-
ISBN : 978-602-225-010-4

Sinopsis:

Rumah air, antologi cerpen dan puisi, buku perdana group taman sastra yang ditulis oleh para pemenang lomba juara (judul awal rumah)

Karya Penulis berasal dari ngeblog dan fesbuker acap kali membuat kita terkagum-kagum. Bayangkan, dari segala penjuru dunia berkumpul di jagat maya, buku ini adalah salah satu bukti, keren dan patut dimiliki!
( Pipit Senja, Novelis Indonesia )


Cerpen-cerpen dan puisi-puisi dalam buku ini sebagian memanglah dicipta oleh para pemula di jagat tulis-menulis karya sastra. Tapi dari segi kualitas, tidak kalah dari mereka yang ‘duluan nongol’. Sangat bagus dibaca buat perbandingan.
(Dwi Bagus MB, Penulis dan Editor)

Taman Sastra berhasil melahirkan bibit-bibit baru sastrawan bertalenta. Ini adalah kabar baik bagi perkembangan literasi bangsa. Buku ini adalah salah satu bukti, banyak talenta hasil godokan Taman Sastra yang suatu hari nanti akan melesat tinggi.
(Fachmy Casofa, Penulis dan Trainer Kepenulisan writhink.wordpress.com)

RUMAH AIR, sebuah Antologi Cerpen dan Puisi hasil karya 33 orang penulis, yang bercerita tentang lingkungan paling dekat dan utama bagi kita, yaitu RUMAH.

Inilah 33 penulis yang ada di dalam buku ini :
nama pena penulis – judul cerpen – judul puisi
1. Lia arrumaisha - rumah pohon impian - toples-toples air mata
2. Lamhot susanti saragih- rumah rindu : dunia dalam anganku - dalam perjalanan pulang
3. Amerul rizki - rumah hujan - kisah dari hujan
4. Ade anita - rumah umak – pulang
5. Rara roe - rumah pasir yang terhempaskan - dan tidak akan pernah
6. Havez annamir - rumah bintang - untuk ibuku
7. Edu badrus shaleh - rumah puisi - rumah tepi
8. Yoba agung oknando - rumah kedua - rumah cinta
9. Akhi dirman al-amin - rumah cinta yang ku damba - kupu-kupu di telan malam
10. Lucky andrean sanusi – rumah air – tafakkur diri
11. Dang aji sidik - rumah reot - seandainya masih ada cinta
12. Okti li - rumah berkalang ombak - terpenjara suka
13. Sinta agustina - rumah tua - s e p i
14. Afif mudrik - rumah api - kearifan lelaki renta
15. Lonyenk - rumah semut - bayi-bayi luka
16. Evatya luna - rumahku surgaku - rumah masa depan
17. Rossy meilani - rumah perut bumi - white malvern
18. Akh mul - rumah kardus - senandung kaum pinggiran
19. Fadila hanum - rumah kanibal - andai dosa busuk baunya
20. Muhibbat at thabary - rumah gerimis - pesan untuk langit
21. Fitri amaliyah batubara - rumah hati - rumah perempuanmu
22. Robin bie wijaya - rumah atap langit - wanita berbaju syahdu
23. Winda krisnadefa - rumah kertas zoia - untuk harap dan mimpi
24. Intan hs - rumah suami - kalbu kayu
25. Heri jip-ajip - rumah roda - purnama tanggal 14
26. Mutaminah - rumah pelangi - aku pulang
27. Arieska arif - rumah 911 - laskar pemimpi menulis
28. Dian anggrahini p - rumahku, rumah joglo - rumahku, rumah joglo
29. Muhammad haddiy - rumah badai yang mengeram amuk dlm diri - rumah doa beratap badai
30. Muna masyari - rumah cinta dalam tenda - ayat-ayat ibu
31. Sparkling autumn - rumah, merah-putih dan cinta - penyair atau penyihir
32. Cerminan kristal – rumah pondok gede – risalah sahabat
33. Dinar ‘atfa’ cholifah – rumah abadi yang menjadi rumah tinggal mereka – rumah abadi kita


Dengan membaca buku ini, kita akan menemukan makna filosofis sebuah rumah dari berbagai aspek dan sudut pandang serta beragam kisah yang menghiasi di dalamnya. Mutiara makna yang luput dari pandangan sehari-hari akan kita selami di sini

(ppsssstttttt.....yang berwarna merah adalah cerpen perdana kedua adik kerenku^^, paksaan yang tidak sia-sia,hehe. yang berwarna hijau adalah cerpen kerenku,hehe)

tribute to: (alm) Dinar atfa cholifah. penulis muda yang penuh semangat. belum sempat saya mengenalnya. tapi lewat mereka yang begitu kehilangan n cerpen rumah abadinya adalah bukti bahwa dinar memang luar biasa. semoga menjadi amal ibadah bagi beliau, amin Allahumma amiin

Ps : Buku ini sudah bisa dipesan sekarang via website www.leutikaprio.com, inbox Fb dengan subjek PESAN BUKU, atau SMS ke 0821 38 388 988. Untuk pembelian minimal Rp 90.000,- GRATIS ONGKIR seluruh Indonesia. Met Order, all!!Telah terbit di LeutikaPrio!!!Telah terbit di LeutikaPrio!!!
Telah terbit di LeutikaPrio!!!

Saturday, 9 July 2011

Senja dan Autumn



Aku bahagia (meski ada yang mengatakan terpaksa bahagia) menjadi senja. siap tergelincir jika memang harus begitu. jika memang saatnya langit berubah gelap. toh nantinya juga akan datang pagi. akan datang mentari :)

Aku bahagia (meski beberapa orang menertawakanku, hanya beberapa) menjadi autumn. merasa kepedihan demi kepedihan. perjuangan yang entah sampai kapan ada muaranya. toh, banyak manusia yang lebih pedih proses autumnnya. masih banyak yang hidupnya tertimpa ujian yang mendera-dera. bukankah itu juga satu bentuk kasih sayangNya? Allah. Rabbku. Rabb kita. maka, tugasku hanya menjalani sepenuh hati dan tetap berbagi suka pada sesama ;)

Aku bahagia. seperti detik ini. kala aku menatap senja.



sedang bercermin.

mampukah?

semoga



juga seolah merasa menjadi bagian dari 'mereka'.

bisakah?

pun semoga