Bismillahirrahmaanirrahiim...
entah sudah seberapa sering saya menyebut diri sendiri tidak jelas. linglung. bingung. bahkan gila.
saya tau itu tidak baik. terlebih saat saya berfikir seperti itu, ada malaikat lewat yang mengaminkannya (i'm not hope it!). saya mungkin sedang takut. akan buramnya cermin dihadapan. setelah selama ini semua nampak jelas. zona aman tepatnya. saya seolah terombang-ambing tentang keputusan yang harus saya ambil
antara ridho Allah, bahagia mami abi, keinginan hati, juga pandangan skeptis sana sini
Ah, saya selalu bersyukur atas cintaNya yang begitu meluap-luap. sudah lama saya kurang menikmati alunan cintaNya, pun merasai tiap jejak ungkapan cintaNya. maksudnya?
Tuesday, 19 July 2011
menjadi senja menjadi autumn
aku bahagia (meski ada yang mengatakan terpaksa bahagia) menjadi senja. siap tergelincir jika memang harus begitu. jika memang saatnya langit berubah gelap. toh nantinya juga akan datang pagi. akan datang mentari :)
aku bahagia (meski beberapa orang menertawakanku, hanya beberapa) menjadi autumn. merasa kepedihan demi kepedihan. perjuangan yang entah sampai kapan ada muaranya. toh, banyak manusia yang lebih pedih proses autumnnya. masih banyak yang hidupnya tertimpa ujian yang mendera-dera. bukankah itu juga satu bentuk kasih sayangNya? Allah. Rabbku. Rabb kita. maka, tugasku hanya menjalani sepenuh hati dan tetap berbagi suka pada sesama ;)
aku bahagia. seperti detik ini. kala aku menatap senja.
aku bahagia (meski beberapa orang menertawakanku, hanya beberapa) menjadi autumn. merasa kepedihan demi kepedihan. perjuangan yang entah sampai kapan ada muaranya. toh, banyak manusia yang lebih pedih proses autumnnya. masih banyak yang hidupnya tertimpa ujian yang mendera-dera. bukankah itu juga satu bentuk kasih sayangNya? Allah. Rabbku. Rabb kita. maka, tugasku hanya menjalani sepenuh hati dan tetap berbagi suka pada sesama ;)
aku bahagia. seperti detik ini. kala aku menatap senja.
Tuesday, 12 July 2011
about: bintang
Kenapa ya...
Setiap kali melirik bintang. Bawaannya romantis, syahdu, tenang, apalagi kalau sedang nelangsa...
seolah ‘dia’ ada disana. Mendoakanku agar kuat melangkah (maunya,hehe)
entah kenapa juga...
setiap kali melirik bintang. yang saya cari bukan yang paling terang. bukan yang paling dekat dengan bulan. sebaliknya. saya cari yang paling jauh, yang paling kecil, paling redup.
hanya ingin jalan. itu saja!
Bismillahirrahmaanirrahiim...
Last capek liat berita yang malah bikin pusing. Saya lebih memilih mematikan tipi n menghidupkan kompi. Sama-sama kotak sih. Tapi maaf tipi, kamu masih kalah memikat dibanding kompi (mehehe).
Masih berdengung-dengung efek dari berita fatwa haram MUI terhadap orang ‘kaya’ yang menggunakan bahan bakar premium. Saya tidak ingin membahas sisi inti. Terlepas dari pendapat-pendapat dari segala lini. Toh, saya bukan ahlinya. Saya juga bukan orang ‘kaya’ yang kalau saya jadi mereka tidak menutup kemungkinan saya juga menggunakan bb premium. Hey! Siapa yang bisa menyanggah, karakter manusiawi jika setiap orang lebih memilih barang yang murah dengan kualitas tidak jauh beda. Minimisasi biaya atau maksimisasi keuntungan. Menurut saya yang sedang menggunakan kacamata orang awam, kebijakan pemerintahlah yang tidak tepat sasaran. Memberi subsidi bb premium dengan harapan hanya mereka yang ‘miskin’lah penggunanya. Kenyataan yang terjadi –pasti terjadi- adalah subsidi membengkak. Pertamax ga laku. Pemerintah tidak bisa membendung pembelian bb premium.
Subscribe to:
Posts (Atom)
