Friday, 24 February 2012

Cahaya-cahaya kita (1)


Hari itu, kita akan saling debat mempersoalkan satu hal. Tentang anak-anak kita. Debat yang dibumbui oleh satu sendok tawa, tiga siung rajuk, atau mungkin dua potong kesal agar lebih terasa. Itu bukan bertengkar. Kita kembali bermain puzzle-puzzle yang tak akan pernah kita bosan mainkan.

Kukatakan padamu aku ingin lima anak. Oke. Mungkin kau keberatan. Apa? Kau ingin sebelas? Tanyaku ditengah usulmu yang menginginkan tiga anak saja. Aku tertawa melihat kau melongo saat itu.

Baiklah sayang. Tawar menawar selanjutnya akan kita gelar pada doa-doa padaNya. Katakanlah agar lebih mudah memberi perumpamaan. Aku mengalah untuk menyamakan suara denganmu. Tiga anak. Aku mengusulkan nama-nama indah berisi doa ini pada mereka: Nur, Ray, Hikari. Kalau kau kurang suka, aku tak akan memaksa. Hanya akan kembali meminta agar aku nanti bisa memanggil mereka dengan panggilan itu. Tak apa kan?

Monday, 20 February 2012

Lapah-lapah go to Palembang


“Kamu berani?” pertanyaan itu terlontar dari mami. Saya tertawa seolah mendapat ledekan. Meski saya tahu, pertanyaan itu adalah ungkapan khawatir dari beliau.
“Beranilah…” jawab saya sok yakin. Meski itu tak lantas menyurutkan gurat-gurat khawatir dari wajah beliau. Wajar memang. Walau bagaimanapun saya seorang wanita. Riskan pergi jauh tanpa ada yang menyertai.
Tapi jujur, saya memang tidak was-was memikirkan perjalanan yang kedua menuju palembang dengan kereta api ini. Yang pertama kali saat menemani abi, itu pun saat usia saya baru 4 tahun. Ini tak lebih dari sekedar naik kendaraan dan menunggu untuk sampai di satu tempat. Apalagi dari jauh-jauh hari sebelum berangkat, ayah man -paman- yang tinggal di palembang memastikan kedatangan saya akan ditunggu di stasiun. Saya  tinggal membawa diri diatas kereta dari pukul 9 malam sampai pukul 5 pagi. Itu sudah cukup aman. Dengan izinNya.

Thursday, 9 February 2012

Tentangmu: angin


Ada banyak yang ingin kuceritakan tentangmu, angin

Pada malam yang menangkap basah senyum diam-diam kala titik-titik cahaya tak ingin kulepas dari retina

Tentang kamu yang bertiup amat pelan. membiarkanku bercerita, membiarkanku terdiam-sendirian-tapi masih ingin merasai adanya kamu.

Ada banyak yang ingin kuceritakan tentangmu, angin

Tentang tanyaku untukku, apa yang sedang terasa oleh hati?

dan tentang tanyaku untukmu, siapa yang mengajari kamu hingga bisa sesempurna itu?



Tuesday, 7 February 2012

Ya saman

untuk pertama kalinya, sy 'jatuh cinta' dg 4 penyanyi. Diatas kereta api kertapati-tanjungkarang. keren. bagus. unik. pas di telinga. sy ingat dengan dua kata liriknya: ya saman. wah,, ternyata itu judulnya. ketemu juga pas gogling ^^

jelik belumban perau di sungai musi
janganlah lupo beli telok abang
cantik rupo penyabar dan baik hati
adek manis berambut panjang di kuncit kepang